Dongeng Si Kancil Mencuri Ketimun
Si Kancil Mencuri Timun Pagi yang cerah ,matahari bersinar dengan indahnya Pak Tani berangkat ke lading dengan riang gembirasembari memanggul pacul. “Aku akan memeriksa kebun timunku,barangkali besok sudah bisa dipanen.”demikian gumam Pak Tani Tetapi sesampainya di kebun timun……… alangkah kagetnya pak Tani ………Buah timun di kebunnya banyak yang rusak. “Aduh….. siapa yang merusak kebun timunku ini?”gerutu Pak Tani,menemui tanaman timunnya sudah rusak parah,”kalau mau ambil boleh saja, asal jangan dirusak,aku bukan petani yang pelit kok.” Dengan hati muram Pak Tani pulang ke rumah.ia menduga-duga hewan apa yang telah berani merusak tanaman timunnya sang sudah siap untuk dipanen.hati Pak Tani sangat kesal karena ulah hewan nakal itu. Lalu Pak Tani ingat satu hewan yang senang sekali makan buah mentimun,siapa lagi kalau bukan si kancil,hewan kecil yang terknal sangat cerdik,namun dia juga licik. Setelah tahu bahwa hewan yang telah merusak kebun timun miliknya,Pak Tani berfikir keras supaya bisa menangkap si kancil, karena kancil adalah hewan yang cerdik harus dilakukan dengan cara yang lebih cerdik,supaya kancil tidak menduga bahwa dia akan ditangkap. Akhirnya Pak Tani menemukan satu cara untuk mengelabui si kancil dan menangkapnya hidup-hidup,dan akan member pelajaran pada si kancil. Setelah mempersiapkan peralatan untuk menjebak kancil,Pak tani lalu berangkat lagi ke kebunnya.lalu dipasangnya jebakan itu tepat di tengah-tengah kebun timun. Menjelang malam si kancil mulai beraksi kembali di kebun timun milik Pak Tani.Kini kebun timun itu sudah di pasangi jebakan .Si kancil yang merasa dirinya paling cerdik tidak mau tertipu oleh pak tani yang memasang orang-orangan di tengah kebun. “Ah…dikira saya takut dengan kamu,hai orang-orangan jelek.kamu kan gak bisa apa-apa.jalan saja kamu gak bisa,apalagi mau menangkapku.”ejekan si kancil kepada orang-orangan yang dipasang Pak Tani.Si kancil tidak tahu bahwa orang-orangan itu sudah diberi perekat.Lalu si Kancil dengan ulah nakalnya menendang orang-orangan itu dangan kaki kanannya,dan……… dug…. Menempellah kaki si kancil dan tidak bisa dilepaskan.Si kancil makin marah,karena kaki kanannya tidak bisa lepas,lalu dia menendangkan lagi kaki kirinya ke orang-orangan itu.Dug……….menempel lagi kaki kiri si kancil pada orang-orangan, dan tidak bisa dilepaskan. Semakin meronta si kancil semakin banyak tubuh si kancil yang merekat pada orang-orangan.Dia minta tolong tapi tidak ada yang mendengar jeritan si kancil karena sudah malam.akhirnya sikancil lelah dan dia semalaman berada di kebun timun milik Pak Tani. Setelah matahari terbit,Pak Tani mulai menyiapkan bekal untuk pergi ke kebun timunnya.“ketangkap gak ya si kancil?”Gumam Pak tani.”Ahh,mudah-mudahan ketangkap,aku sudah geram dengan ulahnya,yang sudah merusak kebun timunku.” Pak Tani bergagas pergi ke kebunnya,dai sudah tidak sabar melihat si kancil yang terjebak dengan perangkap yang di buatnya.sesampainya di kebun,Pak Tani sangan senang,karena apa yang dia inginkan tercapai.orang-orangan yang di pasang telah menangkap si kancil. “Sini kancil kamu telah merusak kebun timunku kan,ini akibatnya karena kamu telah membuatku kesal.akan aku jadikan kamu makan siangku nanti,aku jadikan kamu sate yang sangat lezat.pasti empuk sekali dagingmu.” Lalu di bawanya si kancill pulang.Dikurungnya si kancil di belakang rumahsembari Pak Tani menyiapkan bumbu untuk masak sate kancil. Karena bumbu di dapurnya ada yang kurang,Pak Tani pergi ke pasar untuk membeli bumbu yang kurang. Tiba-tiba ada seekor anjing melintas di depan kurungan si kancil. Otak si kancil yang sangan cerdik,lalu muncul ide licik untuk mengelabuhi anjing yang lewat.si kancil memanggil anjing itu.”hai anjing….sini … nanti tak kasih kamu sesuatu yang inginkan.”sapa si kancil. Si anjing lalu mendekat,”ada apa cil….kok kamu ada di dalam kurungan,memang apa yang mau kamu kasih ke aku” Si kancil menjawab.”pasti kamu senang mendengarnya,aku mau di jadikan menantu oleh Pak Tani.” “gak mungkin lah.” Anjing tidak percaya. “buktinya aku sedang dicarikan gaun oleh Pak Tani ke pasar.” Si kancil meyakinkan anjing. “gak pantas kalau kamu yang jadi menantu,yang lebih pantas adalah aku.”anjing semakin marah. “tapi emang buktinya seperti itu,Pak Tani lebih memilih aku daripada kamu,tapi kalau kamu memaksa aku sih gak keberatan,jika kamu mau menggantikan aku jadi menantu Pak Tani.” “Ya jelas aku maul ah cil,aku kan lebih maco di banding kamu. Tapi bagaimana caranya?’ “sini aku kasih tahu caranya,mudah kok,kamu tinggal gantikan aku di dalam kurungan ini,pasti nanti setelah Pak Tani pulang dari pasar akan senang sekali melihat isi kurungannya berganti lebih besar seperti kamu.” “baiklah cil….sini aku gantikan kamu”kata si anjing dengan semangat. Setelah keluar si kancil lalu lari sekencang kencangnya,menjauh dari rumah Pak Tani. Dalam hatinya tertawa gembira,sudah bisa keluar dari kurungan Pak Tani,dan terbebas. Dalam hatinya, anjing senang sekali karena dia akan dijadikan menantu Pak Tani. Anjing itu tak sabar menanti kepulangan Pak Tani dari pasar. Tak lama Pak Tani kelihatan pulang dari pasar dengan membawa sekantong kresek yang berisi bumbu sate. Si anjing senang sekali melihat kedatangan Pak Tani,dia menyambut dengan hati riang gembira. Pak Tani sesampainya di rumah langsung menuju kurungan yang dikira di dalamnya masih ada si kancil. Pak Tani terkejut setelah melihat kurungannya telah berganti isinya. “hai siapa kamu,bisa masuk kedalam kurungan itu?”Tanya Pak Tani dengan marah. “aku kan yang mau jadikan menantu Pak Tani.” Jawab anjing dengan lantang. “enak saja,aku kan mau jadikan kancil sate yang lezat,kenapa kamu mau dibohongi oleh si kancil.pergi sana aku tidak butuh dagingmu!”usir Pak Tani dengan menggunakan sebatang kayu dan diayunkan ke tubuh si anjing. Dengan rasa sakit anjing lari terbirit-birit,dan memendam rasa dendam kepada si kancil karena dia telah dibohongi. Anjing itu terus berlari untuk mengejar si kancil yang belum lama pergi. Akhirnya anjing itu berhasil menyusul si kancil dan berteriak memanggilnya “ hai kancil tunggu aku,akan aku cabik-cabik kamu,kamu telah membohongi aku,katanya aku mau dijadikan menantu Pak Tani…..tapi ternyata kamu hanya mau melarikan diri,karena Pak Tani mau jadikan kamu sate. Lihat badanku ini memar semua telah dipukali pak Tani karena dia kesal ternyata kamu yang ada di dalam kurungan itu telah digantikan aku.” Anjing marah sambil menunjukan badannya yang memar pada si kancil. Si kancil hanya tersenyum sambil berlari menjauhi anjing.karena si kancil yang cerdik dan dia larinya sangat cepat maka anjing tidak dapat mengejarnya. Kini anjing itu hanya bisa merengek kesakitan,dan si kancil sangat gembira karena bisa lolos dari Pak Tani yang akan menjadikannya sate. Si kancil kini bebas mengembara di hutan yang luas tanpa ada gangguan dari anjing dan Pak Tani.
